Minggu, 07 Desember 2014

PERENCANAAN ORGANISASI

Perencanaan adalah proses menentukan dengan tepat apa yang akan dilakukan organisasi untuk mencapai tujuannya. Perencanaan juga didefinisikan sebagai perkembangan sistematis dari program tindakan yang ditujukan pada pencapaian tujuan bisnis yang telah disepakati dengan proses analisa, evaluasi, serta seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu.

Tujuan mendasar dari perencanaan adalah membantu organisasi mencapai tujuannya. Perencanaan organisasional mempunyai dua maksud, yakni perlindungan (protective) serta kesepakatan (affirmative). Protective dimaksudkan untuk meminimasi resiko dengan mengurangi ketidakpastian disekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan menejerial yang berhubungan. Affirmativedimaksudkan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional. Adanya perencanaan akan membentuk usaha terkoordinasi dalam organisasi, sebab tanpa adanya perencanaan biasanya tidak adanya koordinasi dan timbulnya ketidakefisienan.
Pengorganisasian yang sesuai dari sumber daya-sumber daya tersebut akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari penggunanya. Henry Fayol telah mengembangkan 16 garis pedoman umum yang bisa digunakan ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya, berikut adalah garis pedoman tersebut:
1.     Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijak
2.     Mengorganisasikan faset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan, sumber 
      daya, serta kebutuhan dari persoalan tersebut.
3.     Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, enerjik, dan menuntun.
4.     Mengkoordinasi semua aktivitas dan usaha.
5.     Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, serta tepat.
6.     Menyusun bagian seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang 
      manajer yang kompeten, enerjik, dan tiap karyawan ditempatkan pada tempat dimana dia bias 
      menyumbangkan tenaganya secara maksimal.
7.     Mendifinisikan tugas-tugas.
8.     Mendorong inisiatif dan tanggung-jawab.
9.     Memberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan.
10.  Memfungsikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan.
11.  Mempertahankan disiplin.
12.  Menjamin bahwa kepentingan individu konsisten dengan kepentingan umum.
13.  Mengakui adanya satu komando.
14.  Mmepromosikan koordinasi bahan dan kemanusiaan.
15.  Melambangkan dan memberlakukan pengawasan
16.  Menghindari adanya pengaturan, birokrasi, serta kertas kerja.
Konsep pembagian tenaga kerja diberikan pada berbagai bagian tugas tertentu diantara sejumlah anggota organisasi sehingga produksi dibagi menjadi sejumlah langkah-langkah atau tugas-tugas dengan tanggung jawab penyelesaian yang diberikan pada individu tertentu. Keuntungan dan Kerugian Pembagian Tenaga Kerja adalah sebagai berikut.
Keuntungan:
1.    Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam melaksanakan tugas 
     tersebut meningkat.
2.    Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain.
3.   Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan sehingga pekerjaan lebih mudah dan efisien.
4.   Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas, bukan keseluruhan 
     proses.
Kerugian:
1.    Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan 
     variabel manusia.
2.    Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan dengan tingkat produksi 
     menurun.
Keloyalitasan seorang pekerja sangatlah diperlukan didalam suatu perusahaan, pekerja yang sudah bekerja dangan waktu lama akan mendapatkan kepercayaan yang begitu berat dari perusahaan atau pemimpim dikarenakan kemampuan pekerja yang sudah tidak diragukan lagi. Dalam hal ini menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang sesuai kemempuan yang telah diketahui oleh atasan jika :         
1.  Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi
2.  Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima 
     perintah      
3.  Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung
4.  Rantai komando yang lengkap  
5.  Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai  
6.  Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional
7.  Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer           


Sumber :
http://primadia-primadia.blogspot.com/2014/12/perencanaan-organisasional.html

Senin, 20 Oktober 2014

Mengenal Kewirausahawan

Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal denganunternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.
Kewirausahaan (Entrepreneurship) berasal dari bahasa Perancis, yang berarti Perantara.  Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Terdapat tiga jenis perilaku dalam kewirausahaan yang diatantaranya yaitu:
1.      Memulai motivasi, dalam kewirausahaan harus memiliki motivasi yang tinggi agar segala usaha dan waktu yang digunakan dapat dimaksimalkan.
2.      Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis, apabila suatu kewirausahaan terus memperbaiki situsi sesuai dengan perkembangan zaman maka aka nada dampak baiknya kepada sistem organisasi kewirausahaan.
3.      Diterimanya resiko dan kegagalan, menjalankan usaha harus mengerti terlebih dahulu resiko dan peluang kegagalan yang akan dihadapi maka dari itu perilaku ini hendaknya diperhatikan sedemikian rupa.
Kewirausahaan didalamnya terdapat wirausahawan yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru. Seorang wirausahawan harus memiliki kunci penting dalam menjalankan usahanya yaitu kreatifitas dan inovasi. Hal tersebut dikatakan penting karena dalam suatu usaha yang sukses haruslah terus berkembang mengikuti zaman dengan cara inovasi terus menurus dalam usahanya. Menurut McClelland, seorang wirausahawan harus memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.   Keinginan untuk berprestasi, motivasi pada diri sendiri untuk menjadi lebih baik harus dimiliki wirausahawan agar pola pikir dari seorang wirausahawan tersebut selalu terfokuskan pada hal-hal yang positif untuk berkembang.
2.   Keinginan untuk bertanggung jawab, tanggung jawab harus dimiliki wirausahawan karena seorang wirausahawan bertanggung jawab sepenuhnya dengan usaha yang dijalankannya.
3.   Preferensi kepada resiko-resiko menengah, resiko-resiko yang terjadi harus ditangani oleh seorang wirausahawan dengan cepat dan sigap agar resiko-resiko yang ada dapat diminimkan.
4.   Persepsi kepada kemungkinan berhasil, keberhasilan merupakan tujuan dari kewirausahaan maka dari itu seorang wirausahawan harus yakin bahwa peluang usaha yang dijalankan dapat berhasil secara maksimal.
5.   Rangsangan oleh umpan balik, seorang wirausahawan harus mengerti feedback yang diperoleh dalam menjalankan usahanya agar usaha yang dilakukan terus berjalan.
6.   Aktivitas energik, suatu usaha harus memiliki aktivitas energik agar memotivasi segala sesuatu yang terdapat dala suatu usaha sehingga membangun semangat positif.
7.   Orientasi ke masa depan, seorang wirausahawan harus memikirkan segala hal perbaika untuk masa depan usahanya.
8.   Keterampilan dalam pengorganisasian, tidak hanya pandai dalam menjalankan usaha. Seorang wirausahawan juga harus terampil dan fleksibel dalam  tim nya agar kondisi nyaman ada pada usaha tersebut.
9.   Sikap terhadap uang, seorang wirausahawan harus memikirkan secara detail tentang keuangan yang masuk ataupun yang keluar.
Selain McClelland, seorang wirausahawan harus memiliki karakteristik yang sukses dengan n Ach tinggi, yang diantaranya:
1.   Kemampuan inovatif, pola pikir yang selalu inovatif dan berkembang sangat membantu dalam menjalanka usaha.
2.   Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity), keputusan yang ada harus mempertimbangkan toleransi yang baik agar segala sesuatunya dapat terkendali
3.   Keinginan untuk berprestasi, motivasi pada diri sendiri untuk menjadi lebih baik harus dimiliki wirausahawan agar pola pikir dari seorang wirausahawan tersebut selalu terfokuskan pada hal-hal yang positif untuk berkembang.
4.   Kemampuan perencanaan realistis, perencanaan yang dibuat harus realistis dengan keadaan sekitar.
5.   Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan, tujuan merupakan pencapaian yang diingikan sehingga seorang pemimpin harus focus pada tujuan yang diinginkan.
6.   Obyektivitas
7.   Tanggung jawab pribadi
8.   Kemampuan beradaptasi
9.   Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator
Membuka peluang usaha yang baru memerlukan sumber gagasan, dimana sumber gagasan sangat diperlukan untuk menjadi dasar dari peluang usaha yang akan dijalani. Berikut ini sumber gagasan dalam peluang usaha baru.
1.   Konsumen
Dengan melalui tangan konsumen, segala kebutuhan yang diinginkan konsumen dapat diketahui.
2.   Perusahaan yang sudah ada
Perusahaan yang ada dan kelak akan menjadi pesaing dapat menjadi pemicu dalam membuka peluang usaha baru.
3.   Pemasaran
Pemasaran berhubungan langsung dengan konsumen sehingga biasanya lebih paham tentang keinginan konsumen.
4.   Pemerintah
Ide usaha bisa di dapat dari berbagai macam peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
5.   Penelitian dan pengembangan
Ide usaha baru seringkali didapat dari hasil penelitian dan pengembangan yang berhasil menemukan produk baru.
Analisa pulang pokok adalah teknik untuk menentukan seberapa banyak satuan yang harus dijual atau seberapa banyak volume penjualan yang harus dicapai agar tercapai posisi pulang pokok (tidak rugi tidak untung). Selain itu, analisa pulang pokok juga adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi.
Unsur Dasar Analisa Pulang Pokok. Analisa pulang pokok umumnya terdiri dari refleksi, pembahasan, pertimbangan dan pembuatan keputusan relatif terhadap 7 unsur pokok. Masing-masing unsur dan definisinya adalah sebagai berikut:
1.   Biaya tetap
Biaya tetap adalah pengeluaran yang diadakan oleh generasi tanpa melihat jumlah produk yang dihasilkan. Contoh dari biaya tetap adalah pajak tanah, pemeliharaan bangunan, pengeluaran untuk bunga pada uang yang dipinjam untuk membiayai pembelian peralatan.
2.   Biaya variabel
Biaya vaiabel adalah pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang dihasilkan. Contoh dari biaya variabel adalah biaya pembunkusan produk, biaya bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat produk, biaya yang berkaitan dengan pembungkusan produk untuk dikapalkan.
3.   Biaya total
Biaya total adalah total biaya total dan biaya variabel yang berkaitan dengan produksi
4.   Pendapatan total
Pendapatan total adalah semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari penjualan produk. Sesungguhnya pendapatan total meningkat ketika lebih banyak produk yang terjual.
5.   Keuntungan
Keuntungan didefinisikan sebagai jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang yang dijual. 
6.   Kerugian
Kerugian adalah jumlah biaya total produksi barang yang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari penjualan barang tersebut.
7.   Titik pulang pokok
Titik pulang pokok didefinisikan sebagai situasi di mana pendapatan total organisasi sama dengan biaya totalnya; organisasi hanya memperoleh pendapatan yang hanya cukup untuk menutupi biaya-biayanya. Perusahaan tidak mendapatkan keuntungan maupun tidak mengalami kerugian.
Usaha pada dasarnya memiliki bentuk-bentuk yang berbeda. Berikut ini merupakan bentuk-bentuk usaha:
1.      Perusahaan perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
2.      Persekutuan
Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma.
3.      Perseroan
Perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan.
4.      Koperasi
Koperasi adalah bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Penyediaan sumber daya terdiri dari beberapa langkah-langkah. Berikut ini adalah penjabarannya:
1.      Perekrutan karyawan
Penarikan tenaga kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan sumber daya manusia bagi organisasi kewiraswastaan setiap kali terdapat posisi yang kosong.
2.      Seleksi calon karyawan
Seleksi tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang relatif sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa.
3.      Pelatihan karyawan
Pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya.
4.      Penilaian hasil kerja
Penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.
Seleksi adalah pemilihan individu untuk disewa dari semua individu-individu yang telah direkrut atau dipilih sesuai dengan klasifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dalam menyeleksi sumber daya manusia, memiliki beberapa tahapan proses seleksi yang biasa dilakukan oleh perusahaan. Tahap-tahap proses seleksi tersebut antara lain:
1.   Penyaringan Pendahuluan dari rekaman, berkas data, dll
2.   Wawancara Pendahuluan
3.   Tes Kecerdasan (intelegence)
4.   Tes Bakat (Aptitude)
5.   Tes Kepribadian (Personality)
6.   Rujukan Prestasi (Performance References)
7.   Wawancara Dianostik
8.   Pemeriksaan Kesehatan

9.   Penilaian Pribadi

Sumber : - http://chikalorenthia.blogspot.com/2014/10/kewirausahaan_19.html
               - http://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan

Minggu, 29 Juni 2014

TOKSIKOLOGI LOGAM BERAT (MERCURY)


TOKSIKOLOGI LOGAM BERAT
(MERKURI)


A.        Kasus Pencemaran Lingkungan Merkuri
SUKABUMI, Tribun – Wakil Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menduga merkuri atau air raksa mencemari warga dalam penambangan emas di sepanjang sungai Cibangban, Pelabuhan Ratu yang bermuara ke pantai. Sejumlah warga di sekitar kawasan wisata itu yang bekerja sebagai penambang emas mulai mengalami gangguan pada kulit.
Kami menerima informasi dari petugas puskesmas di lapangan bahwa benar pencemaran mercury akibat penggunaan air raksa yang dilakukan warga setempat untuk menambang emas di pesisir pantai itu,’ ujar Marwan, di Pendopo Sukabumi.
Marwan mengatakan, pencemaran di kawasan wisata tersebut sudah mulai berdampak. Beberapa warga yang tinggal di Sungai Cibangban mulai mengeluhkan penyakit kulit yang mendera mereka. Bahkan ada warga yang menderita kulit melepuh dan warna kulit mereka jadi berbintik-bintik,’ kata Marwan, seusai menghadiri pelepasan kontingan Kabupaten Sukabumi ke ajang Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Barat, kemarin.
Menurut Marwan, dugaan sementara gejala penyakit kulit yang dialami warga di sana akibat sisa bahan kimia merkuri yang mengalir dari sungai Cibangban hingga ke pantai. Jadi kegiatan penambangan emas di kawasan itu cukup membahayakan kesehatan manusia. Terutama tercemarnya air sungai Cibangban,’ ungkap Marwan.
Lebih lanjut Marwan menjelaskan, pihaknya sudah meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk meneliti penyebab penyakit kulit yang diderita warga. Apakah penyebab penyakit itu akibat pencemaran bahan merkuri atau penyebab lainnya, kata Marwan, pihaknya masih menunggu hasil penelitian pihak BLH. Sampai saat ini kami belum menerima laporan dari BLH, sampai sejauh mana resiko pencemaran merkuri di Sungai Cibangban hingga ke pantai,’ kata Marwan. Berdasar pengamatan Tribun, penambangan emas di pantai dan sungai kawasan Cibangban dilakukan warga setempat secara manual. Aktivitas itu dilakukan warga sejak tiga bulan lalu, terutama setelah pasir di pantai Cibangban ditemukan serbuk emas. Warga melakukan penambangan bila air laut surut.
B.                 Proses Pencemaran Lingkungan Akibat Merkuri
Merkuri merupakan benda cair,hydrargyrum, air/cairan perak unsur golongan transisi berwarna keperakan  dan merupakan satu dari lima unsur yang berbentuk cair dalam suhu kamar serta mudah menguap. Karena merupakan benda cair sehingga merkuri dengan mudah meresap ke dalam tanah. Tanah yang mengandung 50% pori-pori yang terisi air dan udara lebih mempermudah merkuri yang merupakan benda cair untuk bereaksi ke dalam tanah Secara alamiah, pencemaran Hg berasal dari kegiatan gunung api atau rembesan air tanah yang melewati deposit Hg. Apabila masuk ke dalam air  tanah, kemudaia air tanah mengalir masuk menuju ke perairan dengan system. permeabilitas tanah. Merkuri mudah bereaksi dengan unsur yang ada dalam tanah dan air dan membentuk HgCl (merkurianorganik). Merkuri anorganik akan berubah oleh peran mikro organisme.  Merkuri dapat pula bersenyawa dengan karbon membentuk senyawa organomerkuri. Senyawa organo merkuri yang paling umum adalah methyl merkuri yang dihasilkan oleh mikro organisme dalam tanah dan air.
Komponen merkuri yang digunakan dalam pestisida, umumnya memasuki tanah dengan jumlah 1g/ha sampai 200g/ha (0,0005±0,1 ppm), yang mana apabila lebih dari tingkatan itu dapat menghancurkan organik dalam tanah dan nitrogen dalam mineral tanah. Tanah mengandung CO2 dengan kesuburan tanah NH2dan NaOH. Merkuri dapat bereaksi dengan nitrogen tanah membentuk methyl mercuryHg(NO2)3. Methyl merkuri dapat terendap dengan skala waktu yang cukup lama di dalam tanah karena merkuri stabil dan tidak dapat dipisahkan bahkan dicampurkan dengan zat lain.
Proses metabolisme sebagian dari alkil merkuri akan diubah menjadi senyawa merkuri anorganik dan akan terakumulasi pada organ hati dan ginjal. Senyawa alkil merkuri dalam tubuh selama 70 hari dan dikeluarkan dari dalam tubuh sebagai hasil samping metabolisme. Jumlah hasil alkil merkuri yang dikeluarkan sebagai hasil samping metabolisme tubuh hanyalah mencapai 1 % dari total alkil yang masuk, 99 % terakumulasi dalam berbagai organ dalam tubuh. Pembuangan senyawa merkuri organik dari dalam tubuh berkaitan erat dengan sistem urinaria atau sistem pembuangan. Merkuri yang masuk ke dalam hati akan terbagi 2:
1.    Sebagian akan terakumulasi pada hati                         
2.    Sebagian lainnya akan dikirim ke empedu
Dalam kantung empedu senyawa merkuri organik akan dirombak untuk dapat dihancurkan dan dimusnahkan daya racunnya, hasil perombakan berupa senyawa merkuri anorganik yang kemudian dikirim lewat darah ke ginjal. Pada ginjal, senyawa merkuri anorganik ini mengalami proses pemilahan akhir, dimana akan terakumulasi pada ginjal dan lainnya dibuang bersama urin.
Wanita hamil yang terpapar oleh senyawa alkil merkuri dapat menyalurkan pada janin yang dikandungnya. Senyawa alkil merkuri masuk bersama makanan melewati plasenta dibawa oleh peredaran darah ke janin. Kontaminasi yang disebabkan oleh alkil merkuri dapat merusak otak janin sehingga bayi menjadi cacat. Wanita menyusui yang terpapar oleh senyawa metil merkuri dapat mengakibatkan keracunan merkuri pada bayi yang disusui. Berikut dibawah ini merupakan beberapa gambar dari penderita yang mengalami keracunan zat merkuri atau logam berat berbahaya serta dampak yang terjadi bagi organ dalam tubuh manusia yang terdapat toksin didalam tubuh manusia.
C.        Mekanisme Gejala Keracunan Merkuri
Gejala yang diakibatkan oleh keracunan merkuri sangat tergantung pada dosis yang diterima oleh tubuh, lamanya keterpajanan, dan daya tahan tubuh penderita. Gejala dapat bersifat akut maupun kronik.
a.         Keracunan Akut
Gejala akut akibat keracunan merkuri dapat timbul dalam beberapa jam, yaitu berupa rasa lemah, menggigil, rasa logam, mual dan muntah, diare, batuk dan sesak napas. Gejala muncul setelah menghirup uap merkuri. Keracunan ini dapat berkembang menjadi pneumonia intersistel disertai dengan gangguan fungsi paru yang berat. Penyembuhan pada umumnya sempurna namun dapat terjadi fibrosis paru. Laporan lain juga menyebutkan gejala awal keracunan dimulai dengan rasa baal pada tungkai dan daerah sekitar mulut, gangguan keseimbangan tubuh, dan kesulitan menggerakkan tangan. Selanjutnya terjadi gangguan koordinasi, kelemahan dan tremor, gaya bicara yang pelan, pendengaran dan penglihatan yang berubah. Gejala-gejala ini akan bertambah buruk mengarah kepada kelumpuhan umum, gerakan yang involunter, kesulitan menelan, kejang-kejang, kerusakan otak dan meninggal.
b.        Keracunan Kronis
Gejala yang timbul terjadi secara lambat berupa gejala neurologis, yang disebut sindrom vegetatif kronik astenik. Sindrom ini terdiri atas gejala neurastenik disertai dengan tiga atau lebih gejala, yaitu peningkatan ambilan (intake) iodium radioaktif oleh kelenjar tiroid, takikardia, nadi labil, gingivitis, dermografia, dan peningkatan merkuri dalam urin. Pajanan yang terus-menerus mengakibatkan tremor dan perubahan psikologis misalnya depresi, iritabilitas, rasa malu berlebihan, dan gangguan vasomotor (prespirasi berlebihan dan flushing). Keseluruhan gejala ini disebut eretism.
Ciri umum keracunan uap merkuri adalah hipersalivasi dan gingivitis. Trias gejala yang menonjol adalah eksitabilitas, tremor dan gingivitis. Pajanan yang lebih kronis dapat menyebabkan disfungsi ginjal. Gangguan ginjal yang parah terjadi pada pajanan merkuri anorganik. Pada keracunan merkuri anorganik (terutama ion merkuri) muncul sindrom akrodinia, yaitu gejala-gejala yang berupa eritema pada ekstremitas, dada dan wajah, photophobia, diaforesis, mual, takikardia, sembelit dan diare.Pajanan merkuri organik (methylmercury) pada umumnya menimbulkan gejala neurologis. Gejalanya berupa gangguan penglihatan (skotoma dan penyempitan medan penglihatan), ataksia, parestesia, neurastenia, kehilangan pendengaran, disartria, kemunduran mental, tremor, gangguan motorik, paralisis, dan kematian. Efek terhadap fetus dapat terjadi walaupun ibu yang mengandungnya tanpa gejala. Gangguannya berupa kemunduran mental dan neuromuskular.
                      
D.        Cara Pengendalian Pencemaran Lingkungan Akibat Merkuri
Pencemaran air oleh merkuri tidak bisa diatasi hanya dengan cara penyaringan, koagulasi kopulasi, pengendapan, atau pemberian tawas. Hal ini karena merkuri di air berbentuk ion. Cara terbaik untuk menghilangkan merkuri dalam air ini adalah dengan pertukaran ion. Yaitu mempergunakan suatu resin yang mampu mengikat ion merkuri hingga menjadi jenuh, kemudian diregenerasi kembali dengan penambahan suatu asam, sehingga merkuri bisa dinetralisir. Mencegah merkuri tidak masuk perairan. Pada penelitian dengan sampel kecil dilakukan pada pekerja tambang yang terekpos air raksa diberikan DMSA dan NAP. Obat ini bekerja dengan cara memperkecil partikel air raksa,sehingga pengeluaran ke ginjal bisa di tingkatkan. melakukan AMDAL terhadap suatu perusahaan yang menggunakan air raksa harus dilakukan dengan benar dan sanksi yang tegas apabila AMDALnya membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan.
Pengendalian atau penanggulangan pencemaran air di Indonesia telah diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas dan Pengendalian Pencemaran Air. Secara umum hal ini meliputi pencemaran air baik oleh instansi ataupun non-instansi. Salah satu upaya serius yang telah dilakukan Pemerintah dalam pengendalian pencemaran air adalah melalui Program Kali Bersih (PROKASIH).
Pada prinsipnya ada 2 (dua) usaha untuk menanggulangi pencemaran, yaitu penanggulangan secara non-teknis dan secara teknis. Penanggulangan secara non teknis yaitu suatu usaha untuk mengurangi pencemaran lingkungan dengan cara menciptakan peraturan perundangan yang dapat merencanakan, mengatur dan mengawasi segala macam bentuk kegiatan industri dan teknologi sehingga tidak terjadi pencemaran. Peraturan perundangan ini hendaknya dapat memberikan gambaran secara jelas tentang kegiatan industri yang akan dilaksanakan, misalnya meliputi AMDAL, pengaturan dan pengawasan kegiatan dan menanamkan perilaku disiplin. Sedangkan penanggulangan secara teknis bersumber pada perlakuan industri terhadap perlakuan buangannya, misalnya dengan mengubah proses, mengelola limbah atau menambah alat bantu yang dapat mengurangi pencemaran.
Selain itu juga, suatu laporan yang dibuat oleh Enviromental Protection Agency (EPA) memuat beberapa rekomedasi untuk mencegah terjadinya pencemaran merkuri di lingkungan. Rekomendasi tersebut adalah sebagai berikut :
1.    Pestisida alkil merkuri tidak boleh digunakan lagi.
2.    Penggunaan pestisida yang menggunakan komponen merkuri lainnya dibatasi untuk daerah-daerah tertentu.
3.    Semua induatri yang menggunakan merkuri harus membuang limbah industri dengan terlebih dahulu mengurangi jumlah merkurinya hingga batas normal.
4.    Pelaksanaan rekomendasi tersebut tidak seluruhnya dapat memecahkan masalah pencemaran merkuri di lingkungan. Pencemaran tetap terjadinya pada lumpur di dasar sungai atau danau dan menghasilkan CH3Hg+ yang dilepaskan ke badan air sekililingnya.

E.        Analisis Kasus Pencemaran Lingkungan Akibat Merkuri
Pencemaran lingkungan pastinya akan berdampak buruk bagi lingkungan itu sendiri dan juga berdampak buruk bagi penghuni atau masyarakat yang bertempat tinggal di lingkungan tersebut, seperti terlihat pada kasus yang terjadi di daerah sukabumi. Air yang digunakan oleh masyarakat tercemar akibat aktivitas penambangan emas sehingga merkuri-merkuri yang ada mencemari semua air yang ada disekitar lingkungan, dimana air tersebut merupakan kebutuhan pokok masyarakat untuk melangsungkan kehidupannya.
Ketidak tahuan akan hal bahaya dari limbah penambangan emas inilah yang membuat lingkungan beserta masyarakat sekitar merasakan dampak buruknya, seandainya masyarakat yang melakukan penambangan emas lebih cermat dan mengerti akan bahaya akibat limbah penambangan emas maka masyarakat pasti akan lebih mewaspadai hal tersebut. Sosialisasi pemerintah harusnya lebih diperhatikan agar pencemaran lingkungan tersebut tidak mewabah ke daerah-daerah lainnya yang belum terjangkau oleh pencemaran yang ada karena pada dasarnya air itu terus mengalir sampai kedaratan paling rendah dan sangat ditakutkan apabila seluruh warga masyarakat daerah sukabumi mendapatkan dampak buruknya. Dampak buruk yang terjadi diakibatkan oleh merkuri pun tidak hanya berdampak pada penyakit kulit namun seiring berjalannya waktu penyakit tersebut dapat berdampak ke sistem tubuh manusia dan mengakibatkan penyakit dalam yang berakibat fatal, maka dari itu kesadaran masyarakat khususnya daerah sukabumi yang melakukan penambangan emas sebaiknya ditekankan. Perihal tersebut dibahas karena untuk mengingatkan bahwa dampak yang terasa pada saat sekarang akan menjadi boomerang atau masalah besar dimasa yang akan datang. Penyakit yang disebabkan karena logam berat seperti merkuri amat susah untuk disembuhkan seperti halnya penderita penyakit kanker, apabila sudah sangat kronis dan dilevel penyakit yang berbahaya atau stadium lanjut maka semakin lama akan semakin memburuk.


Sumber:
tralalaikrima.blogspot.com/2012/04/makalah-toksikologi-lingkungan-logam.html
anakpintarunhas.blogspot.com/2011/09/gejala-keracunan-merkuri.html