Senin, 30 Maret 2015

Tugas Etika Profesi



Kepakaran Dari Seorang Teknik Industri
Kepakaran merupakan istilah menunjukkan seseorang itu mahir dan kredibiliti dalam sesuatu bidang. Insinyur atau seorang sarjana teknik merupakan sebuah profesi yang memegang peran penting dalam proses pembangunan ekonomi, khususnya didalam mengembangkan infrastruktur ekonomi dalam era industrialisasi maupun informasi. Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kepakaran seorang lulusan atau sarjana teknik merupakan seorang yang memiliki kredibiliti dan tugas penting dalam proses pembangunan ekonomi, khususnya didalam mengembangkan infrastruktur ekonomi dalam era industrialisasi maupun informasi. Seorang insinyur harus memahami benar makna profesionalisme kalau ingin dikatakan sebagai seorang profesional. Dalam hal ini profesionalisme didefinisikan sebagai suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan ditengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto, 1999).
Teknik industri berangkat dari disiplin Teknik Mesin (produksi) dan terutama sekali sangat erat kaitannya dengan proses manufakturing produk dalam sebuah proses transformasi fisik; disiplin Teknik Industri telah berkembang luas dalam beberapa dekade terakhir ini (Kimbler, 1995). Sesuai dengan “nature”nya, industri bisa diklasifikasikan secara luas yaitu mulai dari industri yang menghasilkan produk barang fisik (manufaktur) sampai ke produk jasa (service) yang non fisik. Industri juga bisa kita bentangkan dalam pola aliran hulu hilir sampai ke skala kecil menengah besar. Kalau pada awalnya profesi Teknik Industri secara tradisional mengurusi persoalan-persoalan ditingkat pengendalian operasional (manajemen produksi) seperti perancangan-perancangan tata-letak mesin, tata-cara kerja, sistem manusia-mesin (ergonomi) dan penetapan standard-standard kerja; maka dalam beberapa dekade terakhir ini profesi Teknik Industri lebih banyak dilibatkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan perencanaan strategis dan pengambilan keputusan pada tingkat manajemen puncak.

Karakteristik Tidak Beretika Dalam Kehidupan Sehari-hari Seperti pada Saat Dikampus
Antara etika dengan mahasiswa memiliki hubungan yang sangat erat. Etika sangat berperan penting terhadap diri mahasiswa maupun orang lain, dengan memahami peranan etika mahasiswa dapat bertindak sewajarnya dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa. Bebanding terbalik dengan etika mahasiswa, karateristik yang tidak beretika dalam kehidupan sehari-hari yang dilakukan mahasiswa diantaranya:
1.      Karakteristik prilaku mahasiswa yang tidak menaati peraturan yang ditetapkan oleh Fakultas dan Para Dosen yang mendidik kita, seperti merusak fasilitas perlengkapan kampus, merokok yang tidak sesuai dengan ruang yang telah disediakan, dan lain sebagainya.
2.      Karakteristik prilaku mahasiswa yang tidak menjunjung tinggi kejujuran ilmiah dengan menaati kaidah keilmuan yang berlaku seperti adanya tindakan menyontek, plagiat, memalsu tandatangan kehadiran dan tindakan tercela lainnya.
3.      Tidak berperilaku sopan dan santun dalam bergaul di lingkungan kampus dan dimasyarakat umum sebagai manifestasi dari kedewasaan dalam berfikir dan bertindak.
4.      Tidak berpenampilan elegan dan sesuai dengan tata aturan yang berlaku saat ini sehingga melanggar tata tertib berpakaian di kampus.
5.      Tidak mempunyai prinsip yang jelas dalam berpendirian di dasari dengan kelakuan yang terlihat tampak sombong atau angkuh

Aktivitas Tidak Beretika Profesional dalam Bekerja
Dalam dunia kerja etika sangat penting, karena etika menjadi Kunci dan panduan profesionalisme kerja, jadi sebelum bicara profesional atau tidak, yang namanya etika harus terlebih dulu dipahami. Tanpa etika, tak akan ada yang namanya profesionalisme. Etika dalam kantor memberikan petunjuk kepada setiap pegawai sebagai pedoman dalam bertindak dan memperlakukan siapa saja dengan cara yang baik dan sikap yang pantas. Ada beberapa aktivitas yang tidak beretika dan tidak boleh kita lakukan di kantor dan yang semestinya perlu kita hindari :
1.      Membentuk klik (kumpulan; golongan) yang membela kepentingan mereka sendiri.
2.      Tidak masuk kantor dengan alasan “sakit” padahal hanya ingin bermalas-malas saja di rumah.
3.      Bergegas-gegas pulang pada waktu tutup kantor, sedangkan selalu datang terlambat.
4.      Sering memakai telpon kantor untuk urusan pribadi.
5.      Pulang sebelum waktunya,
6.      Tempat kerja selalu dimanfaatkan untuk mengobrol.
7.      Bersikap menjilat ke atasan dan mendepak ke bawah.
8.      Selalu menunda-nunda pekerjaan yang seharusnya segera dapat diselesaikan
9.      Boros memakai alat-alat.
10.  Segan merawat mesin-mesin atau alat-alat kantor yang dipercayakan
11.  Melakukan hal-hal yang tidak termasuk tugas kantor, seperti mengisi teka-teki silang, menulis surat pribadi, bertamu ke bagian lain tanpa suatu urusan.
12.  Bersikap acuh tak acuh terhadap publik.


Daftar Pustaka :

Selasa, 20 Januari 2015

Peranan Pemuda Sebagai Perubahan Bangsa

Sejarah perjalanan bangsa Indonesia tidak lepas dari keberadaan dan peran pemuda. Peran pemuda sangat jelas terlihat pada awal perjuangan kemerdekaan, masa kemerdekaan, dan pascakemerdekaan. Kiprah pemuda di Indonesia diawali pada 1908 yang ditandai dengan berdirinya Budi Utomo. Semangat kebangkitan ini mengkristal dengan dideklarasikannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Peristiwa ini menjadi catatan penting dalam mempersatukan pemuda dan perjuangan bangsa secara terpadu. Sumpah Pemuda meletakkan arah dan tujuan perjuangan menentang kolonialisme.
Sumpah Pemuda juga menjadi genealogi-politik menuju Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Pada hari Minggu 28 Oktober 1928, selayaknya tidak hanya disebutkan sebagai Hari Sumpah Pemuda, melainkan juga hari lahirnya bangsa Indonesia. Sumpah Pemuda tidak lain sebuah factum unionist atau akta lahirnya sebuah definisi bangsa berikut unit geografi politiknya (tanah air Indonesia) dan identitas nasional (bahasa Indonesia dan simbol merah putih). Kepada anak bangsa sebagai generasi penerus perlu membaca ulang makna Sumpah Pemuda dengan jiwa dan semangat kebangsaan serta keinginan bersatu yang tinggi. Seperti pandangan Keith Foulcher (2008) yang menyoroti proses perkembangan Sumpah Pemuda sebagai suatu simbol nasional yang penting sejak 1928 hingga sekarang. Dalam pemahamannya, Sumpah Pemuda yang kita kenal sekarang, merupakan suatu hasil dari akumulasi nilai-nilai yang disisipkan dan dititipkan sejak peristiwa 84 tahun silam itu. Ketika itu dalam dada kaum muda ada sebuah ikon untuk mengusir Hindia Belanda. Ini merupakan sebuah cikal bakal sebuah bangsa yang otonom dan mandiri.
Sumpah Pemuda merefleksikan adanya unsur rakyat Indonesia yang ketika itu mengihktiarkan sebuah negara yang merdeka, keluar dari ketertindasan oleh penjajah kolonial Belanda. Berbagai peristiwa menjadikan bukti nyata bahwa pemuda selalu menjadi garda terdepan dalam usaha-usaha perbaikan bangsa. Benang merah dari berbagai peristiwa tersebut, bahwa pemuda Indonesia selalu menempatkan dirinya sebagai agen perubahan (agent of change) bagi negerinya. Konsepsi peranan ini menempati pikiran dan tindakan mereka untuk selalu menggelorakan perubahan pada bangsa ini. Namun sayang, Sumpah Pemuda sejak tahun 1928 itu telah dipolitisasi dari masa ke masa. Pemuda dijadikan alat politik untuk mengejar kekuasaan. Selayaknya dibutuhkan proses penyadaran terhadap pemuda agar bersikap kritis. Ikut membangun bangsa dan negara melalui keahliannya masing-masing. Jangan sampai diperalat untuk kepentingan penguasa yang hanya mencari keuntungan pribadi atau kelompok. Di tangan pemuda, sebuah perubahan bisa terjadi. Sebab, daya imajinasi, kreasi, dan inovasi senantiasa melekat pada semangat generasi muda.
Menurut pengamat sosial Universitas Indonesia Devie Rachmawati, populasi pemuda yang sangat besar bisa menjadi sebuah berkah demografi yang pantas disyukuri. Hal ini mengingat di sejumlah negara Eropa dan Jepang jumlahnya mengalami penurunan produktivitas karena jumlah orang tua yang besar dan tingkat produktivitas pemudanya menurun. “Namun,jumlah besar ini bisa menjadi bencana demografi jika kualitas pemuda Indonesia kurang menjanjikan,” jelas Devie yang juga menyarankan agar pemerintah mempunyai grand design yang jelas tentang arah pembangunan ke depan. Sebab, pemuda sebagai bagian dari potensi pembangunan perlu diberdayakan agar mampu berkiprah dalam memajukan bangsa, dan mereka siap menghadapi tantangan global.



Sumber : http://febriarahma-dewi.blogspot.com/

Minggu, 07 Desember 2014

PERENCANAAN ORGANISASI

Perencanaan adalah proses menentukan dengan tepat apa yang akan dilakukan organisasi untuk mencapai tujuannya. Perencanaan juga didefinisikan sebagai perkembangan sistematis dari program tindakan yang ditujukan pada pencapaian tujuan bisnis yang telah disepakati dengan proses analisa, evaluasi, serta seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu.

Tujuan mendasar dari perencanaan adalah membantu organisasi mencapai tujuannya. Perencanaan organisasional mempunyai dua maksud, yakni perlindungan (protective) serta kesepakatan (affirmative). Protective dimaksudkan untuk meminimasi resiko dengan mengurangi ketidakpastian disekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan menejerial yang berhubungan. Affirmativedimaksudkan untuk meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional. Adanya perencanaan akan membentuk usaha terkoordinasi dalam organisasi, sebab tanpa adanya perencanaan biasanya tidak adanya koordinasi dan timbulnya ketidakefisienan.
Pengorganisasian yang sesuai dari sumber daya-sumber daya tersebut akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari penggunanya. Henry Fayol telah mengembangkan 16 garis pedoman umum yang bisa digunakan ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya, berikut adalah garis pedoman tersebut:
1.     Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijak
2.     Mengorganisasikan faset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan, sumber 
      daya, serta kebutuhan dari persoalan tersebut.
3.     Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, enerjik, dan menuntun.
4.     Mengkoordinasi semua aktivitas dan usaha.
5.     Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, serta tepat.
6.     Menyusun bagian seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang 
      manajer yang kompeten, enerjik, dan tiap karyawan ditempatkan pada tempat dimana dia bias 
      menyumbangkan tenaganya secara maksimal.
7.     Mendifinisikan tugas-tugas.
8.     Mendorong inisiatif dan tanggung-jawab.
9.     Memberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan.
10.  Memfungsikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan.
11.  Mempertahankan disiplin.
12.  Menjamin bahwa kepentingan individu konsisten dengan kepentingan umum.
13.  Mengakui adanya satu komando.
14.  Mmepromosikan koordinasi bahan dan kemanusiaan.
15.  Melambangkan dan memberlakukan pengawasan
16.  Menghindari adanya pengaturan, birokrasi, serta kertas kerja.
Konsep pembagian tenaga kerja diberikan pada berbagai bagian tugas tertentu diantara sejumlah anggota organisasi sehingga produksi dibagi menjadi sejumlah langkah-langkah atau tugas-tugas dengan tanggung jawab penyelesaian yang diberikan pada individu tertentu. Keuntungan dan Kerugian Pembagian Tenaga Kerja adalah sebagai berikut.
Keuntungan:
1.    Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam melaksanakan tugas 
     tersebut meningkat.
2.    Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain.
3.   Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan sehingga pekerjaan lebih mudah dan efisien.
4.   Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas, bukan keseluruhan 
     proses.
Kerugian:
1.    Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan 
     variabel manusia.
2.    Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan dengan tingkat produksi 
     menurun.
Keloyalitasan seorang pekerja sangatlah diperlukan didalam suatu perusahaan, pekerja yang sudah bekerja dangan waktu lama akan mendapatkan kepercayaan yang begitu berat dari perusahaan atau pemimpim dikarenakan kemampuan pekerja yang sudah tidak diragukan lagi. Dalam hal ini menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang sesuai kemempuan yang telah diketahui oleh atasan jika :         
1.  Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi
2.  Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima 
     perintah      
3.  Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung
4.  Rantai komando yang lengkap  
5.  Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai  
6.  Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional
7.  Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer           


Sumber :
http://primadia-primadia.blogspot.com/2014/12/perencanaan-organisasional.html

Senin, 20 Oktober 2014

Mengenal Kewirausahawan

Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal denganunternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.
Kewirausahaan (Entrepreneurship) berasal dari bahasa Perancis, yang berarti Perantara.  Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Terdapat tiga jenis perilaku dalam kewirausahaan yang diatantaranya yaitu:
1.      Memulai motivasi, dalam kewirausahaan harus memiliki motivasi yang tinggi agar segala usaha dan waktu yang digunakan dapat dimaksimalkan.
2.      Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis, apabila suatu kewirausahaan terus memperbaiki situsi sesuai dengan perkembangan zaman maka aka nada dampak baiknya kepada sistem organisasi kewirausahaan.
3.      Diterimanya resiko dan kegagalan, menjalankan usaha harus mengerti terlebih dahulu resiko dan peluang kegagalan yang akan dihadapi maka dari itu perilaku ini hendaknya diperhatikan sedemikian rupa.
Kewirausahaan didalamnya terdapat wirausahawan yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru. Seorang wirausahawan harus memiliki kunci penting dalam menjalankan usahanya yaitu kreatifitas dan inovasi. Hal tersebut dikatakan penting karena dalam suatu usaha yang sukses haruslah terus berkembang mengikuti zaman dengan cara inovasi terus menurus dalam usahanya. Menurut McClelland, seorang wirausahawan harus memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.   Keinginan untuk berprestasi, motivasi pada diri sendiri untuk menjadi lebih baik harus dimiliki wirausahawan agar pola pikir dari seorang wirausahawan tersebut selalu terfokuskan pada hal-hal yang positif untuk berkembang.
2.   Keinginan untuk bertanggung jawab, tanggung jawab harus dimiliki wirausahawan karena seorang wirausahawan bertanggung jawab sepenuhnya dengan usaha yang dijalankannya.
3.   Preferensi kepada resiko-resiko menengah, resiko-resiko yang terjadi harus ditangani oleh seorang wirausahawan dengan cepat dan sigap agar resiko-resiko yang ada dapat diminimkan.
4.   Persepsi kepada kemungkinan berhasil, keberhasilan merupakan tujuan dari kewirausahaan maka dari itu seorang wirausahawan harus yakin bahwa peluang usaha yang dijalankan dapat berhasil secara maksimal.
5.   Rangsangan oleh umpan balik, seorang wirausahawan harus mengerti feedback yang diperoleh dalam menjalankan usahanya agar usaha yang dilakukan terus berjalan.
6.   Aktivitas energik, suatu usaha harus memiliki aktivitas energik agar memotivasi segala sesuatu yang terdapat dala suatu usaha sehingga membangun semangat positif.
7.   Orientasi ke masa depan, seorang wirausahawan harus memikirkan segala hal perbaika untuk masa depan usahanya.
8.   Keterampilan dalam pengorganisasian, tidak hanya pandai dalam menjalankan usaha. Seorang wirausahawan juga harus terampil dan fleksibel dalam  tim nya agar kondisi nyaman ada pada usaha tersebut.
9.   Sikap terhadap uang, seorang wirausahawan harus memikirkan secara detail tentang keuangan yang masuk ataupun yang keluar.
Selain McClelland, seorang wirausahawan harus memiliki karakteristik yang sukses dengan n Ach tinggi, yang diantaranya:
1.   Kemampuan inovatif, pola pikir yang selalu inovatif dan berkembang sangat membantu dalam menjalanka usaha.
2.   Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity), keputusan yang ada harus mempertimbangkan toleransi yang baik agar segala sesuatunya dapat terkendali
3.   Keinginan untuk berprestasi, motivasi pada diri sendiri untuk menjadi lebih baik harus dimiliki wirausahawan agar pola pikir dari seorang wirausahawan tersebut selalu terfokuskan pada hal-hal yang positif untuk berkembang.
4.   Kemampuan perencanaan realistis, perencanaan yang dibuat harus realistis dengan keadaan sekitar.
5.   Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan, tujuan merupakan pencapaian yang diingikan sehingga seorang pemimpin harus focus pada tujuan yang diinginkan.
6.   Obyektivitas
7.   Tanggung jawab pribadi
8.   Kemampuan beradaptasi
9.   Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator
Membuka peluang usaha yang baru memerlukan sumber gagasan, dimana sumber gagasan sangat diperlukan untuk menjadi dasar dari peluang usaha yang akan dijalani. Berikut ini sumber gagasan dalam peluang usaha baru.
1.   Konsumen
Dengan melalui tangan konsumen, segala kebutuhan yang diinginkan konsumen dapat diketahui.
2.   Perusahaan yang sudah ada
Perusahaan yang ada dan kelak akan menjadi pesaing dapat menjadi pemicu dalam membuka peluang usaha baru.
3.   Pemasaran
Pemasaran berhubungan langsung dengan konsumen sehingga biasanya lebih paham tentang keinginan konsumen.
4.   Pemerintah
Ide usaha bisa di dapat dari berbagai macam peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
5.   Penelitian dan pengembangan
Ide usaha baru seringkali didapat dari hasil penelitian dan pengembangan yang berhasil menemukan produk baru.
Analisa pulang pokok adalah teknik untuk menentukan seberapa banyak satuan yang harus dijual atau seberapa banyak volume penjualan yang harus dicapai agar tercapai posisi pulang pokok (tidak rugi tidak untung). Selain itu, analisa pulang pokok juga adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi.
Unsur Dasar Analisa Pulang Pokok. Analisa pulang pokok umumnya terdiri dari refleksi, pembahasan, pertimbangan dan pembuatan keputusan relatif terhadap 7 unsur pokok. Masing-masing unsur dan definisinya adalah sebagai berikut:
1.   Biaya tetap
Biaya tetap adalah pengeluaran yang diadakan oleh generasi tanpa melihat jumlah produk yang dihasilkan. Contoh dari biaya tetap adalah pajak tanah, pemeliharaan bangunan, pengeluaran untuk bunga pada uang yang dipinjam untuk membiayai pembelian peralatan.
2.   Biaya variabel
Biaya vaiabel adalah pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang dihasilkan. Contoh dari biaya variabel adalah biaya pembunkusan produk, biaya bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat produk, biaya yang berkaitan dengan pembungkusan produk untuk dikapalkan.
3.   Biaya total
Biaya total adalah total biaya total dan biaya variabel yang berkaitan dengan produksi
4.   Pendapatan total
Pendapatan total adalah semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari penjualan produk. Sesungguhnya pendapatan total meningkat ketika lebih banyak produk yang terjual.
5.   Keuntungan
Keuntungan didefinisikan sebagai jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang yang dijual. 
6.   Kerugian
Kerugian adalah jumlah biaya total produksi barang yang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari penjualan barang tersebut.
7.   Titik pulang pokok
Titik pulang pokok didefinisikan sebagai situasi di mana pendapatan total organisasi sama dengan biaya totalnya; organisasi hanya memperoleh pendapatan yang hanya cukup untuk menutupi biaya-biayanya. Perusahaan tidak mendapatkan keuntungan maupun tidak mengalami kerugian.
Usaha pada dasarnya memiliki bentuk-bentuk yang berbeda. Berikut ini merupakan bentuk-bentuk usaha:
1.      Perusahaan perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
2.      Persekutuan
Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma.
3.      Perseroan
Perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan.
4.      Koperasi
Koperasi adalah bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Penyediaan sumber daya terdiri dari beberapa langkah-langkah. Berikut ini adalah penjabarannya:
1.      Perekrutan karyawan
Penarikan tenaga kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan sumber daya manusia bagi organisasi kewiraswastaan setiap kali terdapat posisi yang kosong.
2.      Seleksi calon karyawan
Seleksi tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang relatif sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa.
3.      Pelatihan karyawan
Pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya.
4.      Penilaian hasil kerja
Penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.
Seleksi adalah pemilihan individu untuk disewa dari semua individu-individu yang telah direkrut atau dipilih sesuai dengan klasifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dalam menyeleksi sumber daya manusia, memiliki beberapa tahapan proses seleksi yang biasa dilakukan oleh perusahaan. Tahap-tahap proses seleksi tersebut antara lain:
1.   Penyaringan Pendahuluan dari rekaman, berkas data, dll
2.   Wawancara Pendahuluan
3.   Tes Kecerdasan (intelegence)
4.   Tes Bakat (Aptitude)
5.   Tes Kepribadian (Personality)
6.   Rujukan Prestasi (Performance References)
7.   Wawancara Dianostik
8.   Pemeriksaan Kesehatan

9.   Penilaian Pribadi

Sumber : - http://chikalorenthia.blogspot.com/2014/10/kewirausahaan_19.html
               - http://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan