Kamis, 29 Desember 2011

Manusia dan Keadilan

Jujur dan Amanah dalam Islam

Jujur adalah sifat penting bagi Islam. Salah satu pilar Aqidah Islam adalah Jujur. Jujur adalah berkata terus terang dan tidak bohong. Orang yang bohong atau pendusta tidak ada nilainya dalam Islam. Bahkan bisa jadi orang pendusta ini digolongkan sebagai orang yang munafik. Orang-orang munafik tergolong orang kafir. Nauzubillah.


Allah SWT berfirman yang artinya :
"Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta". [Qur'an Suran Al-Baqarah ayat 8 sampai 10].

Kalau seandainya ummat Islam seorang pendusta, tidak jujur, tentunya ketika ia menyatakan beriman, maka imannya sangat rapuh untuk dipercaya, karena orangnya tidak amanah atau dapat dipercaya karena telah dianggap pendusta.
Bapak-bapak ibu-ibu remaja serta anak-anak sekalian.
Memang kita diciptakan manusia ini dua jalan. Jalan kejahatan dan jalan kebaikan.

Firman Allah ta'ala:

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

Artinya:
"maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya". [Qur'an Surat As-syam ayat 8]

Firman Allah lagi:

وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْن
فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ

Artinya:
"Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar". [Qur'an Surat AL-Balad ayat 10 dan 11]

Yang dimaksud dengan "dua jalan" ialah jalan kebajikan dan jalan kejahatan.
Jalan kejahatan adalah jalan yang mudah dan enak dikerjakan, tetapi jalan kebaikan dan kebajikan adalah jalan yang sulit, mendaki lagi sukar. Kalau kita memilih jalan kebaikan, kebajikan. Inilah jalan yang diridhoi Allah subhanahu wata'ala, dan orang yang berada dijalan ini akan mendapat ganjaran dari allah subhanahu wata'ala. Tetapi jalan kebaikan ini tidak mudah, sulit lagi sukar.
Demikianlah jalan kebaikan yang harus orang-orang mu'min tempuh dan selalu bersabar berada dijalannya sama seperti kita puasa dibulan ramadhan ini tetap sabar dalam menjalankan ibadah dan segala kebaikan dan kebajikan yang kita amalkan selama dalam bulan Ramadhan.
Perbuatan baik dijalan yang baik tersebut diantaranya juga bersikap jujur. Jujur dalam segala perbuatan dan perbuatan kita. Karena orang yang terbiasa tidak jujur akan selalu menjadi serentetan kebohongan berikutnya yang lambat laun menjadi kebiasaan, dan dicaplah sebagai pembohong atau pendusta, nauzubillah.
Hadits nabi membawa pesan nabi salallohu alaihi wasalam tentang kejujuran adalah:

عليكم بصدق٫ فإنما الصدق يهدى إلى بّر٫ إنّ برّ يهدى إلى الجنّة٫ وإنّ كذب يهدى فجور فإنّ فجور يهدى إلي النار
[رواه متفقٌ عليه]
Artinya :
"Selalulah kamu jujur, karena sesungguhnya jujur itu mengantarkan kamu pada kebaikan dan kebaikan itu sesungguhnya mengantarkan pada surga. Sedangkan dusta akan mengantarkan pada keburukan dan dosa, dan sesungguhnya dosa itu akan mengantarkan pada neraka". [Hadits: Mutafaqun Alaih]

Oleh sebab itu hendaklah kita akan senantiasa jujur. Dan dikatakan kita sebagai orang yang jujur. Orang jujur ada kemungkinan akan teguh dalam memegang amanah. Sedangkan orang yang pendusta atau tidak jujur sama sekali tidak bisa memegang amanah.
Jujur dan amanah adalah serangkaian sifat yang perlu kita sikapi. Sebagaimana rasulullah adalah seorang yang mempunyai sifat jujur, terpercaya [Amanah]. Oleh sebab itu kita patut menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan yang baik.

Sebagaimana Firman allah ta'ala:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

Artinya:
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah". [Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 21]







Opiniku :
Sikap jujur sangatlah penting bagi umat manusia,dengan kejujuran akan tercipta kerukunan,keharmonisan,dan menjauhi kita dari keterpurukan.Kejujuran harus ditanam pada diri kita pada masa kanak-kanak.Semua orang tua pasti mengajarkan kita untuk bersikap jujur.
Kejujuran pada masa sekarang sudah susah untuk dilihat.Pada masa sekarang sangat sulit menemukan manusia yang memiliki kejujuran.
Maka itu kita harus bersikap jujur karena jujur itu indah.



Label: Akhlak, Ramadhan, Tausyiah
Sumber : http://semangatislam.blogspot.com/2009/09/jujur-dan-amanah-dalam-islam.html

Selasa, 13 Desember 2011

Manusia dan Penderitaan


 
Penderitaan berasal dari kata derita yang berarti menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak manyenangkan.Penderitaan dapat dari lahir atau batin,atau lahir dan batin.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia.Penderitan bertingkat-tingkat ,ada yang berat dan ada juga yang ringan.Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain.Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang.
Penderitaan akan dialami semua orang.Hal itu sudah menjadi resiko hidup semua manusia.Tuhan memberikan kebahagiaan kepada umatnya,tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang bisa bermakna agar manusia ingat kepadaNYA dan tidak berpaling dariNYA.
Banyak kelebihan yang dimiliki manusia dibandingkan dengan mahluk ciptaan Tuhan yang lain,tetapi mampukah manusia mengendalikan diri untuk melupakannya?.Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat dapat menyadarkan dirinya kepada Tuhan dan bersikap pasrah akan nasib yang telah ditentukan Tuhan atas dirinya sehingga akan membuat manusia merasakan kekuasaan Tuhan memang jauh lebih besar atas dirinya.Dalam kepasrahan demikianlah akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya,sehingga secara berangsur akan berkurang penderitaan yang dialaminya,untuk akhirnya masih dapat bersyukur bahwa Tuhan tidak memberikan cobaan yang lebih berat dari yang dialaminya.
Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan.Banyak  kasus penderitaan sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia.Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah bisa diatasi secara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya.Sedangkan penderittan psikis penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.

Siksaan
 
Siksaan atau penyiksaan digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci otak politik.
Penyiksaan hampir secara universal telah dianggap sebagai pelanggaran berat hak asasi manusia, seperti dinyatakan Deklarasi Hak Asasi Manusia. Para penandatangan Konvensi Jenewa Ketiga dan Konvensi Jenewa Keempat telah menyetujui untuk tidak melakukan penyiksaan terhadap orang yang dilindungi (penduduk sipil musuh atau tawanan perang) dalam suatu konflik bersenjata.
 
Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental.Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar. 
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah:
  • Nampak pada jasmani yang sering mersakan pusing,sesak napas,demam,nyeri pada lambung. 
  • Nampak pada kejiwaannya rasa cemas,ketakutan,patah hati,apatis,cemburu,mudah marah
Tahap-tahap gangguan pada kejiwaan adalah:
  • Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani. 
  • Usaha mempertahankan diri dengan cara negative.  
  • Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental:
  • Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
  •  Terjadinya konflik sosial budaya.  
  • Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti:
  • Kota-kota besar. 
  • Anak-anak usia muda.  
  • Wanita. 
  • Orang yang tidak beragama. 
  • Orang yang terlalu mengejar materi.
Apabila kita kelompokan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan,maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut:
  • Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia. 
  • Penderitaan yang timbul karena penyakit,siksaan atau azab Tuhan.




Sumber:elearning.gunadarma.ac.id/.../bab6-manusia_dan_penderitaan.pdf.
              Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.