Minggu, 26 Januari 2014

Angket Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa

No.
Pernyataan
Ya
Tidak
1.
Apakah kamu sangat senang selama belajar di Gunadarma
2.
Bagaimana keinginan kamu untuk meraih hasil belajar terbaik di Gunadarma
3.
Apakah kamu yakin bahwa selama belajar di Gunadarma bisa meraih prestasi yang baik
4.
Apakah kamu mengalami kesulitan belajar di Gunadarma
5.
Apakah kamu selalu menjawab pertanyaan dengan benar
6.
Apakah kamu selalu siap dalam menerima pelajaran
7.
Apakah kamu selalu menyempatkan sarapan pagi sebagai penambah stamina agar dalam proses belajar mengajar menjadi lancar
8.
Untuk mengejar ketertinggalan selama tidak masuk kuliahkarena sakit, apakah kamu selalu meminjam catatan kepada teman mengenai materi pelajaran yang telah diberikan olehdosen
9.
Apakah kamu selalu mengikuti mata pelajaran dengan kondisi yang terpaksa
10.
Apakah cuaca yang panas sering mengganggu proses pembelajaran didalam kelas
11.
Apakah kondisi kelas kamu selalu nyaman digunakan dalam proses pembelajaran
12.
Apakah dikelas kamu banyak dipasang semboyan-semboyan yang dapat memotivasi kamu dalam belajar
13.
Apakah kamu sering terganggu dengan kegaduhan teman didalam kelas pada saat proses belajar mengajar
14.
Apakah dosen-dosen kamu selalu memotivasi sehingga memberi rasa percaya diri
15.
Apakah orang tua kamu selalu memberikan kesempatan untuk mengaktualisasi diri dalam belajar
16.
Dengan mengikuti ekstrakurikuler di kampus, apakah kegiatan itu sangat mempengaruhi belajar kamu
17.
Apakah kamu merasa jelas dengan metode pembelajaran yang diajarkan oleh dosenmu
18.
Apakah dosen kamu selalu memberikan tugas rumah
19.
Apakah dosen kamu selalu memberikan motivasi belajar disela-sela proses pembelajaran
20.
Apakah kamu selalu mempergunakan kesempatan untuk bertanya kepada dosen
21.
Apakah kamu selalu mengungkapkan pendapat dengan baik
22.
Apakah kamu selalu mampu menerima semua informasi daridosen
23.
Apakah kamu selalu berpikir jernih setiap menghadapi permasalahan
24.
Apakah kamu selalu mendapatkan ide setelah mendapatkan materi baru
25.
Apakah kamu selalu bisa memahami setiap materi yang telah dipelajari
26.
Apakah kamu selalu ingat tentang materi pelajaran yang telah diajarkan
27.
Apakah kamu selalu cepat dalam menjawab pertanyaan
28.
Apakah kamu selalu melakukannya dengan reflek apabiladosen menyuruh mengerjakan tugas dipapan tulis
29.
Jika nilai kamu jelek,apakah kamu selalu ingin memperbaikinya
30.
Apakah kamu selalu merayakan setiap mendapat nilai yang bagus



A.       Populasi Penelitian
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto,1998:115). Disamping itu juga dapat diartikan populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya dapat diduga.Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh mahasiswa jurusan teknik industry angkatan 2011 yang ada pada Universitas Gunadarma Bekasi.

B.        Sampel Penelitian
        Sampel adalah sebagian wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto ,1998:117). Sedangkan Sutrisno Hadi(1998:221) Berpendapat bahwa sampel adalah sejumlah penduduk yang jumlahnya kurang dari populasi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Random sampling (undian) karena setiap anggota populasi yang ada didalam sampling framebersangkutan merupakan hak yang sama besar untuk dipilih menjadi anggota sampel (Suharsimi Arikunto,1997:111-114). Penentuan sampel pada dasarnya tidak ada yang mutlak untuk menentukan beberapa persen sampel dari populasi yang akan diambil. Sampel penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas (x) dan variabel terkait (y).

C.      Variabel penelitian
 a. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi terhadap suatu gejala. variabel bebas dalam penelitian ini adalah motivasi belajar dengan indikator sebagai berikut:
 1.cita-cita/aspirasi siswa
 2.kemampuan siswa
 3.kondisi jasmani dan rohani siswa
 4.kondisi lingkungan kelas
 5.unsur-unsur dinamis belajar
 6.upaya guru membelajarkan siswa
 b. Variabel terkait (y) adalah variabel yang di pengaruhi oleh suatu gejala. Variabel terkait ini adalah hasil belajar dengan indikator sebagai berikut:
 1. Informasi verbal
 2. Keterampilan intelek
 3. Strategi kognitif
 4. Keterampilan motorik
 5. Sikap

D.        Teknik pengumpulan Data
          Dalam penelitian ini pengumpulan data dengan menggunakan alat pengumpulan data yang sesuai dengan masalah yang ditelieti. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu:
1.      Metode angket atau kusioner
 Yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Suharsimi Arikunto,1998:140).
 Setelah angket dipersiapkan sebagai instrumen penenelitian, selanjutnya dibagikan kepada responden untuk diuji cobakan. Kemudian peneliti menyebarkan angket tersebut kepada sampel penelitian (responden) sebanyak 50 mahasiswa. Penyebaran angket, setelah diketahui jumlah populasi yang terdiri 120 mahasiswa dari Jurusan Teknik Industrki Gunadarma Angkatan 2011, maka angket disebarkan kepada 50 mahasiswa untuk dialakukan penelitian. Penyebaran angket dilakukan selama dua hari,  pada saat jam istirahat.

E.       Kesimpulan
1. Motivasi belajar mahasiswa Teknik Industri Gunadarma Angkatan 2011 yang terdiri dari cita-cita/aspirasi, kemampuan siswa, kondisi jasmani dan rohani siswa, kondisi lingkungan kelas, unsur-unsur dinamis dalam belajar dan upaya dosen dalam membelajarkan mahasiswa sedangkan hasil belajar mahasiswa meliputi informasi verbal, keterampilan intelek, strategi kognitif,keterampilan motorik dan sikap.
 2. Secara nyata motivasi belajar berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa Teknik Industri Gunadarma Angkatan 2011, terbukti dengan adanya pengambilan data dengan cara angket.
3.  Besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar mahasiswa Teknik Industri Gunadarma Angkatan 2011 sebesar 30% sedangkan sisanya sebesar 70% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.



Sumber: http://kelompok16bgr.wordpress.com/pengaruh-motivasi-belajar-terhadap-hasil-belajar-siswa-kelas-iv-               sdn-waru-05-kecamatan-parung-2/

Minggu, 01 Desember 2013

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN

UPAYA MENGATASI KETERLAMBATAN SISWA KELAS X SMAN 22 SURABAYA PERIODE AGUSTUS - SEPTEMBER TAHUN PELAJARAN 2008- 2009

I.          LATAR BELAKANG MASALAH
Seorang siswa dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah tidak akan lepas dari berbagai peraturan dan tata tertib yang diberlakukan sekolah. Setiap siswa dituntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah. Ketika kedisiplinan dirasa sangat penting bagi siswa SMAN 22 Surabaya, maka pihak sekolah pertama kali perlu menertibkan siswa yang terlambat sekolah.Untuk itu kedisiplinan adalah hal yang penting dan merupaka ciri kepribadian seseorang untuk meraih sukses. Perlu diketahui bahwa di SMA Negeri 22 Surabaya sudah mempunyai tata tertib yang akan mendisiplinan siswa yang terlambat. Peran guru dalam dalam mendisiplinkan siswa yang terlambat haruslah tegas dan mendidik, dengan begitu siswa diharapkan tidak akan terlambat lagi datang ke sekolah.
Peneliti memilih masalah tentang keterlambatan siswa karena keterlambatan siswa adalah salah satu faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat terutama bagi siswa bahwa keterlambatan dapat mempengaruhi kedisiplinan siswa yang pada akhirnya berpengaruh terhadap prestasi belajar di sekolah.Karena penilaian guru dalam kegiatan belajar meliputi penilaian kognitif, afektif dan psikomotorik.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang sering terlambat. Dalam aturan sekolah mengharuskan siswa datang sebelum jam 06.25 tetapi kenyataannya masih banyak siswa yang datang di atas jam tsb sehingga banyak siswa yang terlambat, hal ini tampak ketika doa akan dibacakan banyak siswa yang masih di luar pagar.

II.        RUMUSAN MASALAH
1.        Apakah faktor-faktor penyebab keterlambatan siswa?
2.        Apakah dampak negatif bagi siswa yang terlambat?
3.        Apakah sanksi yang diterima oleh siswa yang sering terlambat?
4.        Bagaimana solusi dalam mengatasi siswa yang terlambat?

III.       TUUAN PENELITIAN
1.        Untuk mengetahui faktor penyebab keterlambatan siswa.
2.        Untuk mengetahui dampak negatif bagi siswa yang terlambat.
3.        Untuk mengetahui sanksi yang diterima oleh siswa yang sering terlambat. 
4.        Untuk mengetahui solusi dalam mengatasi siswa yang terlambat.

IV.       MANFAAT PENELITIAN
1.        Dengan diketahuinya faktor penyebab keterlambatan siswa siswa dapat digunakan untuk meminimalkan jumlah siswa yang terlambat.
2.        Dengan diketahuinya dampak negatif dan sanksi yang diterima siswa yang terlambat dapat digunakan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa.

V.        KAJIAN PUSTAKA
Disiplin sekolah adalah usaha sekolah untuk memelihara perilaku siswa agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untukberperilaku sesuai dengan norma, peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah. Menurut Wikipedia (1993 ) disiplin sekolah " refers to students coplying with a code of behavior often known as the school rules ". Yang dimaksud dengan aturan sekolah ( school rule ) tersebut, seperti aturan tentang standar berpakaian, ketepatan waktu, perilaku sosial dan etika belajar.
Berkenaan dengan tujuan displin sekolah, Maman Rachman ( 1999 ) mengemukakan bahwa tujuan disiplin sekolah adalah :
1.    Memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang
2.    Mendorong siswa melakukan yang baik dan benar
3.    membantu siswa memahami dan meyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan menjauhi melakukan hal-hal yang dilarang oleh sekolah
4.    Siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat baginya serta bagi lingkungannya.

VI.       METODOLOGI PENELITIAN
A.        SUBYEK PENELITIAN
Dalam penelitian ini subyek penelitian berupa sampel yaitu siswa kelas X SMAN 22 Surabaya yang sering terlambat datang ke sekolah.

B.        METODE DAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA
1. Metode observasi : ... .
Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan atau lembar observasi yang memuat aspek-sapek yang diamati dari responden.
2. Metode wawancara : ... .
Instrumen yang digunkan adalah pedoman wawancara, yang memuat daftar pertanyaan yang akan diajukan secara lisan kepada responden
3. Metode angket / kuesioner : ... .
Instrumen yang digunakan adalah pedoman angket, yang memuat petunjuk pengisian angket dan daftar pertanyaan yang akan diberikan kepada responden secara tertulis.
4. Metode dokumentasi : ... .
Instrumen yang digunakan adalah pedoman dokumentasi, untukmengumpulkan dan menganalisis data-data  yang diperoleh dari sumber tertulis.

DAFTAR PUSTAKA

       Depdiknas. 2000.Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka
       Lapoliwa, Hans. 1999.Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka



Sumber:

RANCANGAN PENELITIAN

1.1       Judul Penelitian
Tindakan anarkis pada lingkungan pelajar

1.2       Latar Belakang
Sering kita temui beberapa kelompok pelajar yang sedang malakukan tindakan anarkis diantaranya adalah tawuran. Banyak faktor yang menyebabkan para pelajar melakukan tindakan yang tidak semestinya mereka lakukan, antara lain adanya kesenioritasan yang ada pada lingkup sekolah, kegengsian antar pelajar untuk dapat dibilang jagoan oleh teman-temannya, maupun masalah pribadi dari seorang pelajar tersebut, serta lingkungan sekitar pelajar. Banyak yang menjadi korban akibat “kegiatan tawuran” yang terjadi diantara pelajar bahkan hingga merenggut korban jiwa, hal tersebut harus dihentikan dengan cara sosialisasi yang didukung dengan peran orang tua, guru disekolah, serta lingkungan tempatnya bergaul.  Untuk menangani masalah yang semakin merajalela pada lingkungan pelajar sikap orang tua yang harus tegas terhadap anak-anaknya serta bimbingan seorang guru harus mengupayakan  para murid agar mengerti akibat buruk yang akan terjadi karena tawuran. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk membantu para pelajar menjauhi tawuran yaitu kegiatan ekstrakulikuler yang lebih bisa memahami keinginan para pelajar tetapi disertai bimbingan dari para guru, kegiatan lainnya yaitu kegiatan rohani yang dilakukan setiap pagi hari, karena akan membuat tenang para pelajar serta pikiran meraka yang akan lebih mudah mengerti ketika kegiatan belajar mengajar. memahami materi adalah dengan menggunakan media yang menarik sesuai dengan materi yang sedang dipelajari.

1.3       Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang di ungkapkan dalam latar belakang, maka penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
Apakah faktor yang membuat pelajar melakukan tindakan anarkis serta risiko apa yang akan terjadi pada tindakan tersebut.

1.4       Pembatasan Masalah
Meskipun banyak permasalahan yang berkaitan dengan tindakan anrkis pada lingkungan pelajar, namun dalam penelitian ini hanya membatasi pada masalah faktor internal serta eksternal dari masalah tersebut.

1.5       Tujuan Penelitian
            Tujuan penelitian pada meteri kali ini terdiri dari dua tujuan antara lain tujuan umum serta tujuan khusus meteri. Berikut ini kedua tujuan yang akan dilakukan.
1.      Tujuan Umum
Mengetahui Apakah faktor yang membuat pelajar melakukan tindakan anarkis serta risiko apa yang akan terjadi pada tindakan tersebut.
2.      Tujuan Khusus
Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah:
a.    Untuk mengetahui distribusi frekuensi, distribusi relatif, dan distribusi kumulatif minat pelajar mangurangi kegiatan tawuran.
b.    Untuk mengetahui distribusi frekuensi, distribusi relatif, dan distribusi kumulatif minat pelajar terhadap kegiatan positif yang dilakukan pihak sekolah guna mengurangi tindakan tawuran.

1.6       Tipe Hubungan Antar Variabel Penelitian
Penelitian ini mengetahui pengaruh terhadap 3 variabel yaitu faktor internal, faktor eksternal dan mengurangi kegiatan tawuran, penelitian dilakukan karena belum banyak penelitian yang sejenis pada distribusi frekuensi, distribusi relative, dan distribusi kumulatif yang akan diteliti. Faktor internal seperti perhatian, kemauan dan kebutuhan memiliki hubungan yang saling berkaitan terhadap minat belajar, bila salah satu faktor tidak diterapkan maka akan mempengaruhi tingkat minat belajar. Faktor eksternal seperti peran orang tua, guru serta lingkungan yang dapat mendukung kegiatan postif pada lingkungan pelajar. Mengurangi kegitan tawuran dimulai dari dorongan dalam individu  atas dasar motivasi yang kuat, faktor eksternal seperti lingkungan sekitar juga mempengaruhi berkurangnya kegiatan tawuran namun faktor ini hanya pelengkap penunjang, tidak sepenuhnya kegiatan tawuran dipengaruhi oleh faktor ekstenal.

1.7       Lingkungan dan Pengendalian Penelitian Terhadap variabel
Penelitian ini dilakukan dalam lingkungan pelajar di mana pekerjaan biasanya berlangsung atau biasanya disebut studi lapangan. Studi lapangan , di mana berbagai faktor diperiksa dalam pengaturan lingkungan di mana kegiatan sehari-hari berjalan seperti biasa dengan gangguan minimal peneliti.

1.8       Unit Analisis
Penelitian dilakukan dengan meneliti suatu kelompok pelajar  mengenai kegitan apa saja yang dilakukan para pelajar diluar lingkungan sekolah terhadap faktor yang mendominasi seperti kegiatan apa saja, hal apa saja yang dilakukan.

1.9       Dimensi Waktu

Pengumpulan data dikumpulkan sekaligus. Periode pengumpulan data dilakukan sebanyak 20 observasi dengan jumlah periode sebanyak 4 kali, survey dilakukan sekaligus dalam satu waktu dan setelah itu tidak melakukannya lagi. Studi  Cross sectional  adalah tipe studi satu tahap yang datanya berupa subyek pada waktu tertentu. Time series adalah menekankan pada data penelitian berupa rentetan waktu. Penelitian ini mengenai perkembangan berkuarangnya kegitan tawuran yang terjadi pada lingkup para pelajar. Studi jangka panjang dalam penelitian ini adalah penelitian pengaruh peran orang tua serta guru dalam membentuk karakter yang membuat para belajar bersemangat untuk melakukan hal positif bukan untuk hal negatif.

FORMULASIKAN MASALAH

1.1       Judul Penelitian
Tindakan anarkis pada lingkungan pelajar

1.2       Latar Belakang
Sering kita temui beberapa kelompok pelajar yang sedang malakukan tindakan anarkis diantaranya adalah tawuran. Banyak faktor yang menyebabkan para pelajar melakukan tindakan yang tidak semestinya mereka lakukan, antara lain adanya kesenioritasan yang ada pada lingkup sekolah, kegengsian antar pelajar untuk dapat dibilang jagoan oleh teman-temannya, maupun masalah pribadi dari seorang pelajar tersebut, serta lingkungan sekitar pelajar. Banyak yang menjadi korban akibat “kegiatan tawuran” yang terjadi diantara pelajar bahkan hingga merenggut korban jiwa, hal tersebut harus dihentikan dengan cara sosialisasi yang didukung dengan peran orang tua, guru disekolah, serta lingkungan tempatnya bergaul.  Untuk menangani masalah yang semakin merajalela pada lingkungan pelajar sikap orang tua yang harus tegas terhadap anak-anaknya serta bimbingan seorang guru harus mengupayakan  para murid agar mengerti akibat buruk yang akan terjadi karena tawuran. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk membantu para pelajar menjauhi tawuran yaitu kegiatan ekstrakulikuler yang lebih bisa memahami keinginan para pelajar tetapi disertai bimbingan dari para guru, kegiatan lainnya yaitu kegiatan rohani yang dilakukan setiap pagi hari, karena akan membuat tenang para pelajar serta pikiran meraka yang akan lebih mudah mengerti ketika kegiatan belajar mengajar. memahami materi adalah dengan menggunakan media yang menarik sesuai dengan materi yang sedang dipelajari.

1.3       Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang di ungkapkan dalam latar belakang, maka penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
Apakah faktor yang membuat pelajar melakukan tindakan anarkis serta risiko apa yang akan terjadi pada tindakan tersebut.

1.4       Pembatasan Masalah
Meskipun banyak permasalahan yang berkaitan dengan tindakan anrkis pada lingkungan pelajar, namun dalam penelitian ini hanya membatasi pada masalah faktor internal serta eksternal dari masalah tersebut.

1.5       Tujuan Penelitian
            Tujuan penelitian pada meteri kali ini terdiri dari dua tujuan antara lain tujuan umum serta tujuan khusus meteri. Berikut ini kedua tujuan yang akan dilakukan.
1.      Tujuan Umum
Mengetahui Apakah faktor yang membuat pelajar melakukan tindakan anarkis serta risiko apa yang akan terjadi pada tindakan tersebut.
2.      Tujuan Khusus
Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah:
a.    Untuk mengetahui distribusi frekuensi, distribusi relatif, dan distribusi kumulatif minat pelajar mangurangi kegiatan tawuran.

b.    Untuk mengetahui distribusi frekuensi, distribusi relatif, dan distribusi kumulatif minat pelajar terhadap kegiatan positif yang dilakukan pihak sekolah guna mengurangi tindakan tawuran.

Jumat, 18 Oktober 2013

PENEMPATAN TATA LETAK KERJA YANG TEPAT MEMPENGARUHI PRODUKTIFITAS

BAB I
PENDAHULUAN


1.1       Latar Belakang
Operator bekerja sesuai dengan urutan-urutan kerja yang ditetapkan oleh perusahaan, setiap perusahaan memiliki urutan-urutan kerja yang berbeda-beda meskipun produk yang dihasilkan sama. Urutan kerja yang ditetapkan perusahaan berdeda-beda menyebabkan waktu penyelesaian yang berbeda-beda juga. Pemakaian urutan kerja yang tidak sesuai, akan menyebabkan kerugian materi maupun waktu bagi perusahaan, karena operator bekerja dengan urutan kerja yang tidak sesuai sehingga kinerja dari operator tidak maksimal dalam melakukan proses pembuatan produk.
Penyelesaian masalah urutan-urutan kerja dapat terselesaikan menggunakan alat peta-peta kerja. Peta-peta kerja dapat diterapkan dalam suatu perusahaan agar operator bekerja sesuai dengan urutan-urutan kerja yang seharusnya, jika operator telah bekerja sesuai urutan-urutan kerja yang seharusnya maka produk yang dihasilkan perusahaan akan meningkat. Alat komunikasi ini dipilih karena peta-petakerja merupakan suatu alat komunikasi yang digunakan untuk menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas untuk menganalisa proses kerja dari awal pembuatan sampai akhir proses kerja selesai.
Penerapannya dapat diaplikasikan melalui proses kerja yang digunakan dalam pembuatan tempat alat tulis kantor, yang akan menggambarkan proses kerja dari awal saat pengerjaan masih berupa bahan baku triplek hingga tempat alat tulis kantor menjadi produk utuh. Dipilihnya produk tempat alat tulis kantor ini karena produk ini komponen-komponennya sedikit dan tidak rumit dalam proses pembuatannya serta metode kerja yang akan dilakukan sederhana sehingga lebih memudahkan dalam pembuatan peta-peta kerja yang dibutuhkan, baik peta kerja untuk kegiatan kerja secara keseluruhan ataupun peta kerja untuk kegiatan kerja setempat.
1.2       Perumusan Masalah
            Permasalahan yang sering terdapat pada alat peta-peta kerja ini adalah bagaimana membuat peta kerja sesuai dengan produk tempat alat tulis kantor serta apakah informasi yang ada pada peta kerja dapat disampaikan dengan baik.

1.3       Pembatasan Masalah
            Pembatasan masalah merupakan suatu hal yang harus dipertimbangkan dalam melakuakan pembuatan laporan akhir agar masalah-masalah tersebut tidak berkelanjutan atau meluas keberbagai hal diluar pembatasan. Berikut adalah masalah-masalah yang harus di batasi:
1.    Produk yang dibuat yaitu hanya tempat alas tulis kantor saja.
2.    Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan tempat alat tulis kantor hanya triplek.
3.    Peta yang dianalisa yaitu hanya peta proses operasi, peta aliran proses, peta proses kelompok kerja, diagram aliran dan peta pekerja dan mesin, serta peta tangan kanan dan tangan kiri.
4.    Pembagian divisi hanya dua divisi, yaitu divisi satu menggukur dan memotong, serta divisi kedua mengaluskan, merakit dan mengecat.

1.4       Tujuan Penulisan
Berdasarkan masalah-masalah yang ada, maka dibuat tujuan dari penulisan laporan akhir ini yang digunakan untuk memecahkan masalah dari laporan akhir ini. Berikut adalah tujuan dari laporan akhir peta-peta kerja:
1.  Mengetahui urutan-urutan proses pada peta-peta kerja produk tempat alat tulis kantor.
2.  Mengetahui alat dan bahan dalam pembuatan tempat alat tulis kantor.
3.  Mengetahui total waktu pembuatan produk tempat alat tulis kantor dan pengelompokan peta kerja.